Anugrah…
Apa kau tau adikku?
Saat pertama kali
engkau pergi bagaimana perasaanku?
Aku tau aku pernah
kehilangan orang yang aku sayang tapi rasanya setelah aku kehilangan kamu sama
rasanya saat aku kehilangan irvan. Kau tau betapa bertahun-tahun aku menanti
kehadiranmu hingga kau hadir aku sangat bahagia. Aku menemukan perahu kertas
yang dulu sempat terbawa melaju ombak lautan yang menghempas perahu kertasku
hingga tak tampak. Aku gembira akhirnya aku telah menemukan perahu kertasku
kembali. Aku sujud syukur atas karunia yang Dia berikan.
Kau tau? Kau kecil
yang didamba oleh kami keluargamu yang setiap hari meminta kau datang menambah
hangatnya keluarga, maka kami menamai kamu ANUGRAH. Aku sangat menyayangimu
saat pertama kali aku melihat lalu menatapmu aku langsung mencintaimu adikku,
tiap hari aku timang kau, aku gendong dalam pelukanku sebagai tanda aku
menyayangimu dan ingin menjaga anugrah yang tak terkira yang telah Dia berikan.
Ku lagukan lagu perahu kertas untukmu sebagai nyanyian pengantar tidurmu agar
kau tau betapa aku mencintai dirimu.
Saat tiba dimana
hari yang tidak aku sukai datang dimana hari kau harus pulang kerumah yang
sebenarnya, dimana aku harus melepaskanmu, dimana aku harus terbiasa tidak
menimang-nimang dan melagukanmu. Kau telah pergi, aku tau ini sangat singkat.
Aku tidak bisa menyalahkanNYA. Aku tidak mau bersedih, aku tidak mau kau
melihat kami berduka karena kau. Anggap ini sudah terjadi dalam hidupku.
Kau tau? Rasa
sakitnya kehilangan? Coba kuhitung berapa kali aku kehilangan? Satu? Dua? Ah
tak terhitung! Tapi sakitnya itu seperti baru merasakan kehilangan. Aku tidak
menangis, aku hanya bisa berkata pada diriku kenapa aku tidak bisa menjaga
orang-orang yang aku sayangi hingga aku merasakan kehilangan? Apa itu bagian
dari takdir?
Anugrah, darimu dari
sesuatu sebelummu aku belajar ikhlas hingga nanti disaat aku merasakan kembali
aku harap aku bisa tau makna dari ikhlas. Anugrah adikku kau tetap perahu
kertas kepunyaanku yang sekarang aku biarkan kau berlayar bebas. Menelusuri samudra
hingga nanti kita bertemu kembali lalu aku bisa menimangmu lagi dan melagukan
lagu perahu kertas sebagai pengantar tidurmu sayang.
“Perahu kertasku
kan melaju
Membawa surat cinta
bagimu
Kata-kata yang
sedikit gila
Tapi ini adanya
Perahu kertas
mengingatkanku
Betapa ajaib hidup
ini
Mencari-cari
tambatan hati
Kau sahabatku
sendiri
Hidupkan lagi
mimpi-mimpi
(cinta-cinta)
cita-cita
Yang lama kupendam
sendiri
Berdua kubisa
percaya
Ku bahagia kau
telah terlahir didunia
Dan kau ada
diantara miliyaran manusia
Dan kubisa dengan
radarku menemukanmu
Tiada lagi yang
mampu berdiri halangi rasaku
Cintaku padamu?”