Senin, 09 November 2015


Anugrah…

Apa kau tau adikku?

Saat pertama kali engkau pergi bagaimana perasaanku?

Aku tau aku pernah kehilangan orang yang aku sayang tapi rasanya setelah aku kehilangan kamu sama rasanya saat aku kehilangan irvan. Kau tau betapa bertahun-tahun aku menanti kehadiranmu hingga kau hadir aku sangat bahagia. Aku menemukan perahu kertas yang dulu sempat terbawa melaju ombak lautan yang menghempas perahu kertasku hingga tak tampak. Aku gembira akhirnya aku telah menemukan perahu kertasku kembali. Aku sujud syukur atas karunia yang Dia berikan.

Kau tau? Kau kecil yang didamba oleh kami keluargamu yang setiap hari meminta kau datang menambah hangatnya keluarga, maka kami menamai kamu ANUGRAH. Aku sangat menyayangimu saat pertama kali aku melihat lalu menatapmu aku langsung mencintaimu adikku, tiap hari aku timang kau, aku gendong dalam pelukanku sebagai tanda aku menyayangimu dan ingin menjaga anugrah yang tak terkira yang telah Dia berikan. Ku lagukan lagu perahu kertas untukmu sebagai nyanyian pengantar tidurmu agar kau tau betapa aku mencintai dirimu.

Saat tiba dimana hari yang tidak aku sukai datang dimana hari kau harus pulang kerumah yang sebenarnya, dimana aku harus melepaskanmu, dimana aku harus terbiasa tidak menimang-nimang dan melagukanmu. Kau telah pergi, aku tau ini sangat singkat. Aku tidak bisa menyalahkanNYA. Aku tidak mau bersedih, aku tidak mau kau melihat kami berduka karena kau. Anggap ini sudah terjadi dalam hidupku.

Kau tau? Rasa sakitnya kehilangan? Coba kuhitung berapa kali aku kehilangan? Satu? Dua? Ah tak terhitung! Tapi sakitnya itu seperti baru merasakan kehilangan. Aku tidak menangis, aku hanya bisa berkata pada diriku kenapa aku tidak bisa menjaga orang-orang yang aku sayangi hingga aku merasakan kehilangan? Apa itu bagian dari takdir?

Anugrah, darimu dari sesuatu sebelummu aku belajar ikhlas hingga nanti disaat aku merasakan kembali aku harap aku bisa tau makna dari ikhlas. Anugrah adikku kau tetap perahu kertas kepunyaanku yang sekarang aku biarkan kau berlayar bebas. Menelusuri samudra hingga nanti kita bertemu kembali lalu aku bisa menimangmu lagi dan melagukan lagu perahu kertas sebagai pengantar tidurmu sayang.

“Perahu kertasku kan melaju

Membawa surat cinta bagimu

Kata-kata yang sedikit gila

Tapi ini adanya

Perahu kertas mengingatkanku

Betapa ajaib hidup ini

Mencari-cari tambatan hati

Kau sahabatku sendiri

Hidupkan lagi mimpi-mimpi

(cinta-cinta) cita-cita

Yang lama kupendam sendiri

Berdua kubisa percaya

Ku bahagia kau telah terlahir didunia

Dan kau ada diantara miliyaran manusia

Dan kubisa dengan radarku menemukanmu

Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku

Cintaku padamu?”