Engkau tak semenawan galeri sang sampang
kaupun tak seterpesona daratan sang pandang
ah, yang ku tau kau hanya orang lain
yang hanya lewat bertamu
pertama ku lihat kau hanya yang biasa
ajak untuk akrab tanpa apa dan mengapa
ah, sekarang kau bukan lagi orang lain
riang tawamu tak sia menafas jalanku
entah aku menganggapmu apa
namun akal sehat ini bilang kau berarti
mungkin kau memang tak sempurna
namun kau terlihat lebih di hatiku
sang dayung mungkin mengajak berdalih
namun entah hati ini terus berfokus
kau memang tidak indah
namun mataku tidak bisa berpijak
kau yang kini menapaki
alihkan hidupku yang lalu sendiri
rangkai cerita hingga menjadi memori
hingga menjadi sebuah cerita

Tidak ada komentar:
Posting Komentar