Rabun seketika penglihatan saat itu
mengidam rasa seketika sukaku
oh...ini seakan kau menghipnotisku
pancar raut wajahmu berangan
ufuk barat sembunyi tak sepadan
ta'jub seperti kau bagai titian
merabuk langsung menusuk rangkum hatiku lamban
pencuri rasa, seperti terpeleset jatuh aku
rapuh namun merangkap tanpa ragu
harus bagaimana aku?
desak pikiranku untuk melupakanmu
mengajari hatiku untuk mengacuhkanmu
namun rasa itu sudah membala baku
ayu merasut rapi dalam hati dan pikiranku
Selasa, 09 Desember 2014
Kamis, 04 Desember 2014
mendung pagi ini
mendung pagi ini yang tawang
ada rasa rindu yang merundu penantianku
ada rasa cemas yang mengawang
menanti kabar semu yang tak kunjungiku
tengok kanan kiri tak terarah dalam ruang, ku terduduk
termenung masih ada rasa yang membuat resah
sambil berfikiran yang mengolehku bingung
mendung pagi ini yang terasa
sambil merasa rasa yang menggelut
aku coba untuk acuh tak mengasa
ah...kau membuat diriku pelut
diruang sambil ku berdiri duduk ditengah
mendung yang melanda pagi
aku tersenyum kecil sambil menunduk
berharap engkau dalam pikiranku, baik pagi ini
ada rasa rindu yang merundu penantianku
ada rasa cemas yang mengawang
menanti kabar semu yang tak kunjungiku
tengok kanan kiri tak terarah dalam ruang, ku terduduk
termenung masih ada rasa yang membuat resah
sambil berfikiran yang mengolehku bingung
mendung pagi ini yang terasa
sambil merasa rasa yang menggelut
aku coba untuk acuh tak mengasa
ah...kau membuat diriku pelut
diruang sambil ku berdiri duduk ditengah
mendung yang melanda pagi
aku tersenyum kecil sambil menunduk
berharap engkau dalam pikiranku, baik pagi ini
Rabu, 03 Desember 2014
pelangi sehabis hujan
bening matamu elok menawan memancar
mengalun sinar matahari menyongsong
masa luas tanah coklat mengemas
ah...indah bagai mimpi yang mengasa
apa aku bias melihatnya lagi?
ratapannya kini mulai redup
ah...aku tak menyangka
indahmu kini mulai mereda
angan biasan cahyamu yang bercahaya
malam, kini telah memudarkanmu
aku harap esok atau nanti
nampakmu muncul dibalik angkasa raya
mengalun sinar matahari menyongsong
masa luas tanah coklat mengemas
ah...indah bagai mimpi yang mengasa
apa aku bias melihatnya lagi?
ratapannya kini mulai redup
ah...aku tak menyangka
indahmu kini mulai mereda
angan biasan cahyamu yang bercahaya
malam, kini telah memudarkanmu
aku harap esok atau nanti
nampakmu muncul dibalik angkasa raya
Langganan:
Komentar (Atom)
