bidadari yang sangat cantik jelita
mencari kekasih yang dicintainya
pandangan matanya indah dan menawan
pandangan yang menjanjikan ketentraman
bulan berjalan diwajahnya yang menawan
malampun tunduk dibawah dahan-dahan
kilat menyambar tatkala dia tersenyum ceria
menyinari atap istana dan dindingnya
perkataannya membuat orang mabuk kepayang
bagai irama dari dawai gitar yang melayang
wajahnya laksana bulan purnama di gelapnya malam
membawa suasana hening terdiam
Sabtu, 30 April 2016
Citraan Fajar
dikala kau terbang ke awan
senjamu diufuk timur taman raya
suci pesona indahmu
menawan bagai tak bersayap
membisik kegelapanku
dengan mata cahyamu
setetes cahayamu memancar
enggan membawa dosa
dan ingin membawa surga
dengan mentarimu yang menawan
bagai cinta yang tak pernah hilang
yang enggan untuk ku benci
senjamu diufuk timur taman raya
suci pesona indahmu
menawan bagai tak bersayap
membisik kegelapanku
dengan mata cahyamu
setetes cahayamu memancar
enggan membawa dosa
dan ingin membawa surga
dengan mentarimu yang menawan
bagai cinta yang tak pernah hilang
yang enggan untuk ku benci
Rabu, 20 April 2016
Pujian
aku, saat pertama mata melihat
sosok yang mungkin terasa asing
engkau, aku mengira kau jelmaan
petang itu yang datang khusus dari tetesan khayangan
gaduh menggabuk hati perlahan yang berbinar
nurani bertanya tatkala melihat pesonamu
entah elokmu berasal dari mana
ujung sinar sorot matamu terang
gugup menggelitik saat senyummu datang
utusan Allahkah engkau?
gemilang tawamu menggelora damai
untaian bintang diufuk bulanpun terbelalak
melihat manis gurai wajahmu
langit ataukah cipta angkara sempurna
asal engkau tahu
rayu wajahmu sudah berdema sampai hati
sosok yang mungkin terasa asing
engkau, aku mengira kau jelmaan
petang itu yang datang khusus dari tetesan khayangan
gaduh menggabuk hati perlahan yang berbinar
nurani bertanya tatkala melihat pesonamu
entah elokmu berasal dari mana
ujung sinar sorot matamu terang
gugup menggelitik saat senyummu datang
utusan Allahkah engkau?
gemilang tawamu menggelora damai
untaian bintang diufuk bulanpun terbelalak
melihat manis gurai wajahmu
langit ataukah cipta angkara sempurna
asal engkau tahu
rayu wajahmu sudah berdema sampai hati
Langganan:
Komentar (Atom)