aku, saat pertama mata melihat
sosok yang mungkin terasa asing
engkau, aku mengira kau jelmaan
petang itu yang datang khusus dari tetesan khayangan
gaduh menggabuk hati perlahan yang berbinar
nurani bertanya tatkala melihat pesonamu
entah elokmu berasal dari mana
ujung sinar sorot matamu terang
gugup menggelitik saat senyummu datang
utusan Allahkah engkau?
gemilang tawamu menggelora damai
untaian bintang diufuk bulanpun terbelalak
melihat manis gurai wajahmu
langit ataukah cipta angkara sempurna
asal engkau tahu
rayu wajahmu sudah berdema sampai hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar