Rabu, 20 April 2016

Pujian

aku, saat pertama mata melihat
sosok yang mungkin terasa asing
engkau, aku mengira kau jelmaan 
petang itu yang datang khusus dari tetesan khayangan 


gaduh menggabuk hati perlahan yang berbinar
nurani bertanya tatkala melihat pesonamu
entah elokmu berasal dari mana


ujung sinar sorot matamu terang
gugup menggelitik saat senyummu datang
utusan Allahkah engkau?

gemilang tawamu menggelora damai
untaian bintang diufuk bulanpun terbelalak
melihat manis gurai wajahmu

langit ataukah cipta angkara sempurna
asal engkau tahu
rayu wajahmu sudah berdema sampai hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar