Minggu, 08 Desember 2013

Kertas kosong

Sebelumnya aku hanya sebuah kertas kosong. Di saat kau datang bagai sebuah pena yang mengisi kertas kosong itu menjadi sebuah coretan! Kamu memberi setiap warna di kertas itu! Kadang kau beri warna merah muda yang membuat pembacanya merasa senang, kadang kau beri warna abu-abu yang membuat pembacanya merasa bersedih, kadang kau beri warna hitam yang membuat pembacanya merasa kedukaan, kadang kau beri warna merah yang membuat pembacanya merasa berani dan kadang kau beri warna putih yang membuat pembacanya merasa ketulusan. Seharusnya itu semestinya berlangsung lama namun tinta itu membuat sang pena terhenti untuk membuat coretan lg di kertas kosong itu. Kertas itu kini hanya separuh yg terisi sebuah coretan, belum menjadi secarik cerita yang bercerita andai.....andai saja!! Aku rela mempertaruhkan, memberi semua rasaku agar aku bisa berada di sampingmu. Agar kau bisa memberiku sebuah arti rasa, sebuah coretan untuk aku untuk kertas yg sepenuhnya belum terisi, sebuah cerita yang belum menjadi cerita. Karena tak ada pena yang sama, tak ada kamu yang sama, tak ada rasa yang sama dan tak ada kita yg sama untuk membuat sebuah cerita di kertas kosong itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar